Kamis, 08 Agustus 2013

Jabatan Itu Beban

Sejauh ini yang sering saya lihat mayoritas orang lebih merebutkan yang satu ini ” jabatan “. Tidak sedikit dari mereka berlomba lomba untuk meraihnya dengan hampir mengorbankan segalanya , uang ratusan juta hingga milyaran rupiah , kepercayaan , keluarga , perasaan , atau bahkan iman sekalipun . Padahal jabatan ini kalau tidak di perankan oleh orang yang tepat , bisa menjadi bom waktu bagi dirinya sendiri dan kapanpun  bisa saja meledak menghancurkan dirinya beserta orang terdekatnya .
Saya menggambarkan jabatan di sini tidak jauh berbeda dengan kekuasaan yang  memiliki pengaruh besar dalam elemen masyarakat . Jadi , saya menilai sudah sewajarnya hal ini menjadi ajang rebutan . Hanya saja kalau di telaah lebih lanjut , kenyataan ini sangat bertolak belakang pada masa kepemimpinan jaman dulu . Ketika Umar di tunjuk sebagai khalifah , beliau berusaha keras menolaknya . Ketika rakyat memaksanya , Ia hanya bisa menerimanya dengan ikhlas dan ridho , tetapi Umar menganggap hal itu adalah musibah besar bagi dirinya . Bagimana tidak musibah besar ?, bilamana nanti pada masa kepemimpinanya tak mampu melayani , mengayomi , dan melindungi rakyatnya , maka Umar bersiap siap menerima tuntutan jutaan rakyatnya di dunia dan di hadapan pengadilan Allah pada hari kiamat kelak . Ia juga menyadari betul sabda Nabi SAW ” Sesungguhnya kekuasaan itu amanah . Pada hari kiamat nanti ia akan berubah menjadi kehinaan dan penyesalan , kecuali bagi orang yang mengambilnya dengan haq dan menunaikan apa yang di amanahkan di dalamnya ( HR . Muslim )
**  **
Saya sendiri sangat was was dan enggan berdekatan dengan jabatan . Di samping merasa belum cukup mampu , saya pikir jabatan membuat tidak nyaman dalam melakukan aktifitas setiap harinya . Bayangkan saja seandainya saya adalah seorang bupati , kemana mana tidak bisa bebas . Mau ini dan itu tidak searah dengan keinginan hati . Atau mungkin kepala desa ?, sampeyan pasti mentertawakan kalau mendapati seorang kepala desa menjadi tukang ojek , motong rumput untuk kambing kembalaanya . Padahal kita juga tidak tahu seberapa besar kebutuhanya , tuntutan gaya hidupnya sebagai kepala desa . Atau mungkin melihat seorang kepala desa berbuat nyleneh , senonoh , pasti semua ini membuat geger seluruh desa . Sudah jelas ini sebagaian dari beban .

kalau di beri kesempatan memilih , saya akan memilih posisi sebagai orang biasa dengan gaji luar biasa dan lepas dari tanggung jawab sebagai pemimpin . Setiap bulannya di gaji 28 juta rupiah , kegiatan hanya bermalas malasan , berbuat ini dan itu tidak menjadi sorotan publik . Pertanyaanya siapa juga yang mau memberi kesempatan memilih seperti itu ? siapa juga yang mau memberi gaji segitu dengan hanya bermalas malasan ? . Nah , kenyataan ini yang menghiasi panggung politik di negara kita , bayarannya mau namun kerja dan tanggung jawabpun enggan ah . Mereka lupa kalau menyandang jabatanya , dan yang sangat perlu di ketahui kelak jabatannya itu menjadi bumerang yang siap menerkam jika tidak melaksanakan amanah dalam jabatannya itu .
Selama ini saya merasa nyaman dengan jabatan yang saya sandang , ” Wong cilik dan pentium 2 “ . Terus terang saja kedua gelar itu bukan saya sendiri yang memberikannya , dan justru saya merasa gelar yang seperti itu menjadi perisai bagi saya . Serasa lebih bebas dalam menyesuaikan pergaulan sehari hari , berpakaian , dan menyampaikan aspirasi saya . Kalau saja ada perkataan dan cara berpakaian saya yang nyleneh , ya maklum saja kan sebagai wong cilik . Dan kalaupun saya lamban dalam menangani permasalahan dan kurang bermutu dalam menyampaikan aspirasi , ya maklum namanya juga pentium 2 . Saya menilai dengan gelar yang seperti itu , justru lebih tidak terikat dengan beban ketimbang jabatan yang tinggi . Tapi jujur saja , kalau wong cilik ini di beri bayaran 28 / bulan dan kapasitas core duo , saya sama sekali tidak menolaknya , lha siapa toh yang mau memberi itu ? dasar wong cilik cuma hanya bisa memberi janji tanpa BUKTI NYATA....Kampreto Majesty..........
.........etc?

Senin, 27 Februari 2012

Marilah kita berdoa: Kebanyakan orang berdoa ketika masalah men...

Marilah kita berdoa:







Kebanyakan orang berdoa ketika masalah men...
: Kebanyakan orang berdoa ketika masalah menerima mereka. Padahal, doa adalah bahan bakar yang sangat efektif untuk kendaraan keh...

myblog









Kebanyakan orang berdoa ketika masalah menerima mereka. Padahal, doa adalah bahan bakar yang sangat efektif untuk kendaraan kehidupan kita. Karena percuma dikala kita sudah melakukan semuanya untuk berubah tanpa diakhiri dengan doa kepada Allah SWT.
Dalam hal rejeki misalnya, Allah telah menyiapkan rejeki untuk setiap makhluknya. Baik yang melata, yang bernafas dengan paru-paru ataupun dengan pori-pori ditubuhnya, semua telah ada rejekinya.
Hanya saja, setiap rejeki ada  syaratnya, yaitu usaha. Kalaupun ada makanan didepan kita, tetapi kita tidak berusaha mengambilnya, maka itu buka milik kita. Kalaupun roti sudah ada ditangan, tapi kita tidak memakannya, maka itu juga bukan rejeki kita. Jadi  setiap rejeki harus disertai USAHA.
Doa diibaratkan seperti benang sewaktu main layang-lanyang ,tentu saja tanpa benang layang-layang tidak bisa di mainkannya. Juga diibaratkan seperti pohon tanpa manfaat. Doa adalah pemercepat keinginan kita terwujud. Seperti pepatah,
Roda yang berderit akan lebih cepat mendapatkan pelumas, Manusia yang berdoa, akan lebih cepat terkabul keinginannya.
Magnet,  akan selalu menarik besi disekelilingnya. Begitu pula doa , akan menarik keinginan yang ada dalam doa itu terwujud. Itulah gambaran betapa penting nya doa bagi setiap orang. Bagi Remaja berdoalah agar dikuatkan imannya menghadapi setiap cobaan yang diberikan kepadanya serta kuat dalam melawan hawa nafsu. Dan selalu menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Ada empat macam doa yang akan dipercepat prosesnya yaitu: pertama, doa dari ibu kepada anaknya; kedua, doa orang yang berpuasa; ketiga,doa orang yang sedang dalam perjalanan; dan keempat,doa orang yang teraniaya.
Oleh sebab itu, kita harus berbuat baik kepada Ibu, sehingga Ibu akan sangat bahagia dan bersyukur memiliki anak yang saleh seperti kita.Sehingga, insyallah, Ibu kita pun akan selalu mendoakan kebaikan untuk kita.

Maaf buat para blogger yang membaca Artikel ni, bukanya saya sok suci, tapi ini hanya cerita, untuk di ceritakan juga di lakukan....pepatah bilang
ORANG YANG BENAR ITU MASIH BANYAK, TAPI YANG BANYAK  ITU BELUM TENTU BENAR, termasuk saya pula.
Semoga kita semua kan di beri hikmah dari setiap kejadian aminn.....
kegagalan, kesusahan, juga kebahagiaan...tu semua hanyalah Lukisan Peristiwa dari yang Maha Kuasa, jadi kita harus bisa bertawakal di dalam suatu kejadian dan perjalanan Hidup....